Lagi, setelah Mbah Surip, kini kita kehilangan seorang seniman yang sangat dicintai dan dikagumi serta dipuja. WS Rendra

wsSEMARANG – Puluhan aktivis seni Semarang yang tergabung dalam Dekase (Dewan Kesenian Semarang) Jumat (7/8/2009) sore ini menggelar kegiatan teatrikal mengungkapkan rasa duka atas meninggalnya WS Rendra. Acara itu digelar di sekitar Bundaran Air Mancur, Jalan Pahlawan, Semarang, Jawa Tengah.

Di tempat itu mereka memasang gambar WS Rendra di kala muda. Aktivis seni itu juga menempatkan foto wajah Rendra di atas altar berselubung kain warna merah. Tak ketinggalan kendi dan payung kertas tersemat pula di atasnya.

Suasana duka begitu kental terasa karena bunga-bunga mawar yang sengaja ditebar di seantero area air mancur. Mereka juga mengikat lengan kiri dengan selembar kain hitam.

Anton Sudibyo, Koordinator kegiatan itu mengatakan bahwa mereka sangat berduka cita atas meninggalnya WS Rendra yang dianggap sebagai guru seni di Indonesia. “Tapi kami yakin meskipun WS Rendra telah meninggal dunia, namun jiwa dan rohnya masih ada dalam diri kita semua,” jelas Anton Sudibyo.

Secara bergantian puluhan aktivis seni itu membaca puisi-puisi karya WS Rendra. Anton mengatakan selain aktivis seni ada juga wartawan, anggota KPU dan Panwaslu Jawa Tengah yang membaca puisi Rendra.

“Kita nggak mau eksklusif. Kami yakin WS Rendra dicintai oleh semua orang. Dan di acara ini semua orang boleh membaca puisi Rendra,” katanya.

Selamat Jalan WS Rendra